Your Decide


  • Penulis : Khairun Nisa a.k.a Nyimas Humairoh
  • Tebal Buku : 271 halaman
  • Ukuran Halaman : 13 cm x 19 cm
  • Jenis E Book : Novel

You DecideAl bosan dengan hidupnya yang selalu tertimpa dengan kata-kata ‘kematian’ atau sebagainya. Ia sudah sangat terbiasa dengan kematian di sekelilingnya sehingga membuat hatinya beku. Anak pembawa sial. Meskipun tidak ada yang memanggilnya seperti itu, namun Al menganggap dirinya seperti itu.

Namun, keputusannya tentang mencari masa lalu keluarganya mungkin saja merupakan puncak dari semua kejadian yang akan menimpanya.

Tidak perduli apakah itu membahayakan nyawanya sendiri, tidak perduli apakah itu akan melukai orang lain, Al akan mencari ‘kunci’ itu. Dengan keputusannya, ia akan mencari masa lalu keluarganya dan mendapatkan ‘kunci’ belenggu kata-kata yang terus mengikatnya.

Daftar Isi:

  • Prolog
  • 1. Menangis
  • 2. Penyihir
  • 3. Api
  • 4. Ruang Kesehatan
  • 5. Sadar
  • 6. Penjelasan
  • 7. Rumah
  • 8. Gelang
  • 9. Sekolah
  • 10. Corin Weish
  • 11. Kebenaran
  • 12. Buku
  • 13. Angel
  • 14. Buku Yang Terbuka
  • 15. Ritual
  • 16. Peliharaan
  • 17. Penyegelan
  • 18. Penyerangan
  • 19. Kekuatan
  • 20. Kerajaan
  • 21. Rapat
  • 22. Awal
  • 23. Pelepasan
  • 24. Bertarung
  • 25. Amel
  • 26. Akhir
  • Epilog-Yuni
Unduh/DownloadBeli/Buy 

Satu Kebaikan


  • Penulis: Budi Setia P.
  • Tebal e book: 8 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
  • Jenis e book: Cerpen

Mungkin ini adalah hari yang menyebalkan untuk ku, rasanya semua orang yang ada di sekelilingku ingin ku marahi habis-habisan, tapi apalah daya ku saat mereka tak mempunyai satu kesalahan pun kepadaku. Aku ingin marah dan ingin melampiaskannya, tapi aku tak bisa melakukan itu semua, ini seakan membuat ku gerah dengan semua isi bumi ini. Aku ingin menangis tapi aku tak bisa mengeluarkan air mata ini dan aku malu harus melakukan itu, aku hanyalah orang yang terjebak di dalam sarang iblis yang sangat menakutkan yang mengendalikan semua daya ku. Semua orang tak menganggap ku ada dan aku tak punya arti untuk mereka, aku bukanlah hal terpenting untuk mereka, aku hanyalah sampah yang terbuang dari keramaian yang penuh dengan kepalsuan. Hati ini sedih dan ingin menangis bersimpuh di tengah hujan deras yang di iringi halilintar menggelegar. aku mau menghilang dari muka bumi, inilah aku manusia bodoh yang telah putus asa dan di hinggapi hasutan setan

Hari ini aku pergi mencari ketenangan dan menghirup udara kebebasan. Aku berjalan sambil mengepal tangan dan ingin meledakkan amarahku, saat aku berjalan terlihat kerumunan orang yang hiruk pilu, melingkari sesuatu yang ada di tengahnya. Rasa ingin tahu pun menghampiriku, terpaksa aku dengan langkah beratku menghampiri kerumunan itu. Sebelumnya aku pun bertanya kepada laki-laki setengah abad. “Maaf pak, disana ada apa ya? ramai banget,” tanya aku yang berbinar-binar

Unduh Gan!

Pertama Setelah Sebelas


  • Penulis: Yudityo Qurmaunas
  • Tebal e book: 59 Halaman
  • Ukuran halaman: A4 (21cm x 29,7 cm)
  • Jenis e book: Kumpulan Puisi

Pertama Setelah Sebelas

Pernah ku inginkan
Sebuah kata yang selalu pasti
Dalam roda yang berputar kesekian kalinya
Aku menyadari

Pertama sebelum pertama
Sudah terlampau jauh
Pertama sesudah pertama
Waktu tak pernah terulang

Tiga puluh november dua ribu sepuluh
Aku dibangunkan
Dalam kelipatan angka
Pertama setelah sebelas

Awalnya aku tak sadar
Angan-angan yang tak pernah kulupakan
Tapi entahlah
Lima belas maret dua ribu sebelas
Aku benar- benar bangun menghadapi kenyataan

Pertama setelah sebelas
Bagiku tak masalah
Hanya ungkapan terpendam
Perdamaian angka tiga belas

Unduh Gan!

Bidadari Menara Ketujuh


  • Penulis: Yasmi Munawwar
  • Tebal e book: 97 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
  • Jenis e book: Novel

Bidadari Menara KetujuhSenja telah mengukir kejayaannya di ufuk barat. Di antara warna pelangi yang merekah seperempat lingkaran singgasananya terbangun. Renai hujan di pucuk-pucuk pinus menjadi rahmat bagi semut merah yang lama merindukan air dari langit. Wajah hutan pinus yang berdebu perlahan tersaput tetesan air dari pasukan awan sore itu. Namun, istana senja dengan mahligai mega-meganya tetap menawan tak terkalahkan.

“Tantri! Tantri,” dari dalam bilik bambu yang reot samar-samar terdengar seorang wanita kurus yang sudah setengah baya memanggil anak gadisnya.

“Ya, Bu,” jawabnya singkat. Lalu gadis kecil berumur enambelas tahun itu melangkah menuju bilik ibunya,”ada apa ibu memanggil saya?”

“Duduklah di sini, nduk.” Kata wanita setengah baya itu sambil memandang tepian ranjang bambu tempatnya terbaring lemah.

Unduh Gan!