- Penulis: Budi Setia P.
- Tebal e book: 8 Halaman
- Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
- Jenis e book: Cerpen
Mungkin ini adalah hari yang menyebalkan untuk ku, rasanya semua orang yang ada di sekelilingku ingin ku marahi habis-habisan, tapi apalah daya ku saat mereka tak mempunyai satu kesalahan pun kepadaku. Aku ingin marah dan ingin melampiaskannya, tapi aku tak bisa melakukan itu semua, ini seakan membuat ku gerah dengan semua isi bumi ini. Aku ingin menangis tapi aku tak bisa mengeluarkan air mata ini dan aku malu harus melakukan itu, aku hanyalah orang yang terjebak di dalam sarang iblis yang sangat menakutkan yang mengendalikan semua daya ku. Semua orang tak menganggap ku ada dan aku tak punya arti untuk mereka, aku bukanlah hal terpenting untuk mereka, aku hanyalah sampah yang terbuang dari keramaian yang penuh dengan kepalsuan. Hati ini sedih dan ingin menangis bersimpuh di tengah hujan deras yang di iringi halilintar menggelegar. aku mau menghilang dari muka bumi, inilah aku manusia bodoh yang telah putus asa dan di hinggapi hasutan setan
Hari ini aku pergi mencari ketenangan dan menghirup udara kebebasan. Aku berjalan sambil mengepal tangan dan ingin meledakkan amarahku, saat aku berjalan terlihat kerumunan orang yang hiruk pilu, melingkari sesuatu yang ada di tengahnya. Rasa ingin tahu pun menghampiriku, terpaksa aku dengan langkah beratku menghampiri kerumunan itu. Sebelumnya aku pun bertanya kepada laki-laki setengah abad. “Maaf pak, disana ada apa ya? ramai banget,” tanya aku yang berbinar-binar








Senja telah mengukir kejayaannya di ufuk barat. Di antara warna pelangi yang merekah seperempat lingkaran singgasananya terbangun. Renai hujan di pucuk-pucuk pinus menjadi rahmat bagi semut merah yang lama merindukan air dari langit. Wajah hutan pinus yang berdebu perlahan tersaput tetesan air dari pasukan awan sore itu. Namun, istana senja dengan mahligai mega-meganya tetap menawan tak terkalahkan.
Puisi?ya puisi…anda pernah mendengar tentang puisi kan?atau mungkin anda mungkin merupakan salah satu penggemar puisi ataupun penulis puisi seperti saya?siapapun anda…dan bagaimanapun anda, kita semua sama…yeah…sama-sama makhluk Tuhan ^_^hahahaha, garing ya!.
Hidupku ini adalah kepingan luka