Jalan Setapak Lali Jiwo


  • Penulis: Harlock
  • Tebal e book: 40 halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: novel mini

Jalan Setapak Lali Jiwo“…tak akan kubiarkan pergi, bahkan sedikit lelap. Semua ada digenggamanku…”

Petir menyambar keras di ujung pohon sebuah hutan yang lebat di sekitar lereng Gunung Arjuno. Dahan yang tersambar bergemeretak jatuh diterima tanah yang basah oleh hujan lebat yang mengguyur permukaan lereng gunung itu. Kilat mengerjap-erjap. Sinarnya sebentar-sebentar menerangi cuaca gelap yang menakutkan di langit gunung. Gelegar guntur yang datang sambut menyambut memecah keheningan malam pekat. Suara yang dahsyat memekakkan telinga menambah keganasan cuaca malam itu.

……..

Unduh Gan!

Iklan
By Penerbit Ndok Asin Posted in Novel

Kotak Rasa


  • Penulis: Cholifah “Olief” Ariestiani
  • Tebal e book: 101 halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: kumpulan puisi dan cerpen

Kotak Rasapagi ini kujamu engkau dengan kopi hangat
untuk alirkan keteduhan disenyapnya sepimu
agar dingin yang selimuti hawa sekitar tanah kita
memudar bayang lalu hilang melayang

berdua berpeluk erat saat pekat merayap
kala asa terajam oleh gelap yang menyapa
kuatkan sulaman jiwa yang telah dijalin
dan ketika bumi membuka matanya; untuk kita
pastikan serentak sayap terkembang
sambut indah rekah cahaya yang sama; senyum kita

satukan keping puzzle kisah kenang
dalam kotak rasa terbentuk persahabatan

Itulah puisi Olief yang berjudul Kotak Rasa. Dalam e book-nya ini, olief memberikan pengantar yang indah sebagai berikut.

Sekotak rasa beragam asa Olief tuang dalam karya. Ketulusan lukisan jiwa yang tergores dalam pualam menyemarakkan kotak rasa yang dibuat olief karena membuat dengan apa yang dirasa adalah ciri olief, jadi BACALAH KARYAKU MAKA BEGITULAH AKU.

Silakan cicipi beragam rasanya……

Baca dan atau unduh Gan!Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumpus

Petaka Lereng Lawu


  • Penulis: Harlock
  • Tebal e book: 55 halaman
  • Ukuran halaman: A4 (21cm x 29,7 cm)
  • Jenis e book: Novel

Petaka Lereng LawuBayangan itu berhenti dan berdiri diatas pohon pinus sambil menatap Marmo. Matanya menyala merah tajam. Samar samar Marmo menghirup bau yang menyesakkan. Tak menunggu lama, Marmo berlari kencang menuju sepeda yang dia parkir sambil mengucapkan lafal-lafal yang dia hafal. Bayangan putih itu berterbangan sembari menimbulkan suara berdesing mengejar Marmo. Marmo tidak berani untuk menoleh kebelakang. Dia pacu kecepatannya berlomba dengan detak jantungnya yang berdegub keras.

Marmo merasa belum lama para anak buahnya meninggalkan tempat itu. Dia berharap bisa segera menyusul mereka. Tetapi Marmo merasa jarak yang biasa dia tempuh jadi lebih jauh dari biasanya. Langkah kaki yang dia rasa telah mencapai kecepatan maksimum, tidak bisa membuat dia segera mencapai motornya. Bayangan itu semakin mendekat ke arahnya. Marmo merasa jemari jemari mahluk itu telah berada dekat sekali dengan tengkuknya.

“AAARRGG!!!!…”

Marmo terjatuh berguling tepat di sebelah ban motor yang dia parkir. Matanya memejam sejenak, dan dia buka untuk melihat sekeliling. Dengan gugup dia menoleh searah barisan pohon pinus di seberangnya. Dia melihat sorot mata merah di atas dahan pinus yang bergoyang ditiup angin senja itu. Seperti mengejek, mahluk itu hanya memandang Marmo tanpa ada tanda tanda untuk terbang ke arahnya.

“ Ya Allah…..jangan aku ya Allah…..jangan aku…” ujar Marmo.

Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Novel

Seuntai Sajak Seikat Ilalang


  • Penulis: Dewi Pujangga
  • Tebal e book: 41 halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: Kumpulan puisi

Seuntai Sajak Seikat IlalangHanya ungkapan hati yang mengembara melalui nafas-nafas ilalang, diterbangkan angin ke sempadan kalam, menelusuri riak-riak lautan, menukik di kanvas maya. Inilah lembaran kering dedaunan yang dicelup dengan tinta emas sebongkah hati, persembahan tulus dari sang Dewi, mengajak berlari di kaki pantai, menjemput senja impian.

Pada Tanyaku

pelangi tak ingin membagi tujuh warna
pada telaga, hanya bebayang menanti resah
kemarin, hari ini, dan kemudian adalah asa
untuk segurat tanya yang memintal lelah

pada akhirnya tak berdaya jiwa meronta
tikungan menelisik jarum-jarum pada luka
sabdaku terbelenggu menyapu derita
setengah terpaksa menata rela di pucuk ketika

lembayung mana sudi berbagi biasnya?

Baca dan atau unduh Gan!Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumpus