SKSB ~The Beginning~


  • Penulis: Ariesta Nabirah
  • Tebal e book: 88 Halaman
  • Ukuran halaman: A4 (21cm x 29,7 cm)
  • Jenis e book: Novel

SKSB

Hai!!salam kenal, perkenalkan…nama saya Ariesta Nabirah, yeah…itu nama pena saya, dalam dunia tulis menulis dan dunia maya, saya menggunakan nama pena saya itu, setelah 5 tahun lebih sejak saya mulai menulis novel…dan ditolak trus sampai hampir menyerah dan nggak mau nulis lagi…saya akhirnya memutuskan untuk ‘menyebarkan’ tulisan saya ini ke dunia maya hahahahaha…saya ingin berbagi kegilaan ^_^

Ini adalah novel pertama yang saya tulis dan selesaikan, saya menulisnya disela-sela jadwal sekolah dan les pada waktu itu, saya menyelesaikannya setelah 2,5 tahun sejak pertama saya menulisnya, aaaakhs…lama sekali ya!, yeah saya masih seorang yang sangat pemula.

Saya sengaja tidak mengubah apapun dari novel pertama saya ini untuk menjadi bahan pembelajaran saya yang masih sangat pemula, ternyata…novel saya yang sekarang dengan yang pertama jauh berbeda (sekarang tengah menulis Aitakute) ^_^, saya masih dan akan terus belajar untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik.

Oh ya, sampai lupa, saya ingin mengucapkan terimah kasih pada Allah SWT, yang memberikan saya ide dan selalu ada didekat saya ^_^, kemudian untuk sahabat-sahabat saya, FUN GIRLS, Intan, Novi, Dian, Reni, Neni, Lidya, Ika, Farisca, Yuli, yang setia dan rela selama 3 tahun untuk membaca naskah saya ^^, buat Harry Mahardika yang namanya dipinjam, kemudian untuk Dwi S, Ria A, dan Ulfa yang juga ikut baca padahal mau UN pada waktu itu hahaha, TERIMAH KASIH ya!!!buat yang sudah mau baca, Terimah Kasih!!!

Unduh Gan!

Iklan

Kopi dan Sepak Bola


  • Penulis: Dewi Amalia Sari
  • Tebal e book: 10 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
  • Jenis e book: Novel

kopi

Sengaja aku datang kemari petang ini. Sebetulnya aku sudah tidak mau lagi mengingat semua kenangan tentang kita. Aku sudah teramat lelah untuk terus dan selalu mengingat dan teringat padamu.

Kalau bukan karena mimpi semalam dan rasa rindu yang menggunung dalam hati mungkin sore ini aku tidak akan duduk di kursi ini, tempat dimana aku pernah mengajak kamu saat bertandang kekotaku. Duduk berdua menikmati secangkir kopi kesukaanmu dan sepotong chesse cake yang lezat, sambil kita menunggu waktu makan malam tiba. Itu adalah salah satu hal terindah yang pernah kita lakukan bersama.

Suasana di cafe ini tidak ada yang berubah, Masih sama seperti satu tahun yang lalu. Maklum selama satu tahun terakhir ini, aku memang tidak pernah kemari aku sengaja menghindari tempat-tempat yang pernah dulu kita datangi bersama. Sampai aku memutuskan untuk datang sore ini, itu mungkin karena pengaruh dari mimpi semalam. Ada perasaan sedih saat pelayan datang mengantar pesananku. Tapi entah kenapa aku menikmati perasaan itu. Secangkir kopi hitam dan seiris chesse cake yang lezat menemaniku sore ini. Seandai saat ini ada kamu disampingku pasti kamu tidak akan mau kopi ini terlalu banyak gula, tapi semenjak aku menyukai kopi aku pun tidak begitu menyukai kopi yang manis. Jadi sengaja aku biarkan kopi ini tanpa gula. Entah kenapa aku benar-benar ingin mengenangmu saat ini. Walaupun aku tahu apa yang aku lakukan sore hari ini akan merubah suasana hatiku nanti saat aku keluar dari pintu cafe ini.

Unduh Gan!

Cerita Kereta


  • Jenis e book: Kumpulan Cerpen
  • Penulis: Faaqih Irfan Djailani
  • Tebal e book: 158 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)

cerita kereta

AKU, KAMU, DAN PRAMEKS

Tatapan mata itu terus menatap pada Rimba. Tatapan yang tampaknya tidak rela karena harus berpisah. Amanda memang terus memandang pada Rimba, lelaki yang kini berada di dekatnya. Sebuah tatapan memang sama artinya dengan ucapan.

“Kenapa sih kamu?” tanya Rimba, “Kan nanti kita juga ketemu lagi,”

“Bukan begitu, mas,” kata Amanda, “Aku cuma…,”

“Cuma apa?” tanya Rimba heran dan ia langsung tahu maksudnya, “Kamu tenang aja lha. Aku ini bukan lelaki yang kaya begituan,”

“Iya, mas,” kata Amanda, “Aku tahu. Cuma berat rasanya pisah dengan kamu,”

Mendengar ucapan Amanda seperti itu, spontan Rimba memeluk kekasihnya dan berkata,

“Aku juga lho, dik,” ujarnya pelan dan kemudian mencium kening kekasihnya.

Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumcer Dengan kaitkata

Pingin Gaul Malah Digauli


pingin gaul malah digauli

Kehidupan anak muda saat ini memang lebih variatif dan lebih ekspresif dari pada kaum tua. Apalagi di jaman semakin canggih bin modern ini, sudah di dukung teknologi-teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi bahkan berekspresi sebebas mungkin. Saking bebasnya banyak diantara guru-guru kita atau orang tua kita mengelus dada karena melihat tingkah laku kita yang kita yang ekstrem dan mengguncang dunia(nggak tahulah dunia lain kek atau apa J).

Tindakan kita memang sangat wajar apalagi di jaman yang menuntut kita lebih gaul dan nggak boleh ketinggalan jaman. Terkadang pemikiran kaum tua memang sangat menyebalkan. Mereka selalu melarang ini dan itu tapi yang perlu di tanyakan, yang menyebalkan itu siapa? Orang tua atau malah kita sendiri yang menyebalkan.

Di Jaman yang semakin maju dan berkembang ini, kita memang benar-benar di tuntut mengikuti arus jaman. Banyak diantara kita sampai memaksakan diri untuk terlihat oke dan gaul. Alhasil, kesannya begitu memaksa dan nggak sedap di pandang mata. Bayangin aja, kita yang udah lahir memang di ciptakan rambut seperti ini,wajah seperti ini, warna kulit seperti ini tapi tetap saja masih tidak terima dengan apa ya g ada dalam diri kita. Yah, seperti lagunya D’Masiv. Memang hidup harus di syukuri dam jalani hidup serta melakukan yang terbaik.

Berbagai alat untuk memodifikasi diri juga kita temui dari kelas rendahan sampai kelas kakap kalau dulu nih, rambut keriting diluruskan itu perkara yang rumit tapi sekarang, itu sudah menjadi mudah dan bisa di lakukan kapan saja . memutihkan kulit juga bisa dilakukan dengan cepat apalagi sekarang ada produk kosmetik yang menawarkan keunggulan-keunggulannnya. Mulai dari melembabkan wajah,sampai memperlambat penuaan dini. Memang orang sekarang ini tidak ingin wajah terlihat tua tapi percayalah bahwa anda semua pasti merasakan tua itupun kalau anda hidup sampai umur enam puluh tahunan. Kalau anda meninggal saat ini juga, kita juga nggak tahu kan?

Unduh Gan!

Kehidupan anak muda saat ini memang lebih variatif dan lebih ekspresif dari pada kaum tua. Apalagi di jaman semakin canggih bin modern ini, sudah di dukung teknologi-teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi bahkan berekspresi sebebas mungkin. Saking bebasnya banyak diantara guru-guru kita atau orang tua kita mengelus dada karena melihat tingkah laku kita yang kita yang ekstrem dan mengguncang dunia(nggak tahulah dunia lain kek atau apa J). Tindakan kita memang sangat wajar apalagi di jaman yang menuntut kita lebih gaul dan nggak boleh ketinggalan jaman. Terkadang pemikiran kaum tua memang sangat menyebalkan. Mereka selalu melarang ini dan itu tapi yang perlu di tanyakan, yang menyebalkan itu siapa? Orang tua atau malah kita sendiri yang menyebalkan.