Pingin Gaul Malah Digauli


pingin gaul malah digauli

Kehidupan anak muda saat ini memang lebih variatif dan lebih ekspresif dari pada kaum tua. Apalagi di jaman semakin canggih bin modern ini, sudah di dukung teknologi-teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi bahkan berekspresi sebebas mungkin. Saking bebasnya banyak diantara guru-guru kita atau orang tua kita mengelus dada karena melihat tingkah laku kita yang kita yang ekstrem dan mengguncang dunia(nggak tahulah dunia lain kek atau apa J).

Tindakan kita memang sangat wajar apalagi di jaman yang menuntut kita lebih gaul dan nggak boleh ketinggalan jaman. Terkadang pemikiran kaum tua memang sangat menyebalkan. Mereka selalu melarang ini dan itu tapi yang perlu di tanyakan, yang menyebalkan itu siapa? Orang tua atau malah kita sendiri yang menyebalkan.

Di Jaman yang semakin maju dan berkembang ini, kita memang benar-benar di tuntut mengikuti arus jaman. Banyak diantara kita sampai memaksakan diri untuk terlihat oke dan gaul. Alhasil, kesannya begitu memaksa dan nggak sedap di pandang mata. Bayangin aja, kita yang udah lahir memang di ciptakan rambut seperti ini,wajah seperti ini, warna kulit seperti ini tapi tetap saja masih tidak terima dengan apa ya g ada dalam diri kita. Yah, seperti lagunya D’Masiv. Memang hidup harus di syukuri dam jalani hidup serta melakukan yang terbaik.

Berbagai alat untuk memodifikasi diri juga kita temui dari kelas rendahan sampai kelas kakap kalau dulu nih, rambut keriting diluruskan itu perkara yang rumit tapi sekarang, itu sudah menjadi mudah dan bisa di lakukan kapan saja . memutihkan kulit juga bisa dilakukan dengan cepat apalagi sekarang ada produk kosmetik yang menawarkan keunggulan-keunggulannnya. Mulai dari melembabkan wajah,sampai memperlambat penuaan dini. Memang orang sekarang ini tidak ingin wajah terlihat tua tapi percayalah bahwa anda semua pasti merasakan tua itupun kalau anda hidup sampai umur enam puluh tahunan. Kalau anda meninggal saat ini juga, kita juga nggak tahu kan?

Unduh Gan!

Kehidupan anak muda saat ini memang lebih variatif dan lebih ekspresif dari pada kaum tua. Apalagi di jaman semakin canggih bin modern ini, sudah di dukung teknologi-teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi bahkan berekspresi sebebas mungkin. Saking bebasnya banyak diantara guru-guru kita atau orang tua kita mengelus dada karena melihat tingkah laku kita yang kita yang ekstrem dan mengguncang dunia(nggak tahulah dunia lain kek atau apa J). Tindakan kita memang sangat wajar apalagi di jaman yang menuntut kita lebih gaul dan nggak boleh ketinggalan jaman. Terkadang pemikiran kaum tua memang sangat menyebalkan. Mereka selalu melarang ini dan itu tapi yang perlu di tanyakan, yang menyebalkan itu siapa? Orang tua atau malah kita sendiri yang menyebalkan.

Kupi dan Lomba Lari


  • Penulis: Someonefromthesky dkk
  • Tebal e book: 179 halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: Kumpulan Cerpen Anak

Kupi

Kupi adalah seekor anak kura-kura yang pintar dan selalu bersemangat. Anehnya, sore ini ia tiba-tiba saja menjadi begitu murung. Sejak pagi ia terus mengurung diri di dalam tempurung dan tak pernah satu kali pun keluar. Teman-temannya merasa heran dengan perilaku Kupi hari ini, mereka datang dan mengetuk-ngetuk tempurung Kupi serta memanggil namanya. Mendengar kedatangan teman-temannya, Kupi tetap saja tidak mau keluar dari dalam tempurung, ia malah berteriak dari dalam.

“Aku sedang sibuk! Jangan ganggu aku!” teriak Kupi dengan lantang.

***

Di atas adalah petikan cerita pendek yang berjudul Kupi dan Lomba Lari karangan someonefromthesky. Cerita tersebut merupakan satu dari sebelas ceruta pendek yang terdapat dalam kumpulan cerpen ini.

Cerita-cerita yang terdapat pada kumcer ini adalah hasil dari lomba September Ceria. Lomba tersebut diadakan di kemudian.com oleh cat sebagai hadiah bagi putranya yang berulang tahun di bulan September.

Kumcer ini baik sekali untuk penambah koleksi dongeng sebelum tidur. Selamat menikmati.

Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumcer

Katulangi


Katulangi

Begitulah namamu mencanduku
meresap di relung-relung sukma
Mengisi laju darah
Harum nafasmu mendemamiku
Membawa pada perjalanan bait syairku

Engkaulah pedang yang menyerang kemunafikan
Engkaulah mawar bersemi hiasi bumi
Bersamamu malaikat, iringi setiap langkah
Menghembuskan angin dingin
Bekukan detak jantungku

(Azwar Anas, 24 Juni 2010)

Di atas adalah salah satu puisi Azwar Anas yang ada dalam e book kumpulan puisi “Katulangi” ini. Puisi yang penuh semangat menggelorakan perjuangan. Nikmati puisi-puisi lainnya dari Azwar Anas dengan mendownload e book ini.

Unduh Gan!


Begitulah namamu mencanduku

meresap di relung-relung sukma

Mengisi laju darah

Harum nafasmu mendemamiku

Membawa pada perjalanan bait syairku

Engkaulah pedang yang menyerang kemunafikan

Engkaulah mawar bersemi hiasi bumi

Bersamamu malaikat, iringi setiap langkah

Menghembuskan angin dingin

Bekukan detak jantungku

(Azwar Anas, 24 Juni 2010)

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumpus

Kalam Yang Menghujam


  • Penulis: Syaifullah El-Manshuroh
  • Tebal e book: 52 Halaman
  • Ukuran halaman: Letter (20,4 cm x 26,4 cm)
  • Jenis e book: Kumpulan Puisi

kalam yang menghujam

Separuh nafasku telah berkelana …………..
Merasuki alam fana
Entah kemana arahnya?
Aku pun tak tahu jua telah pergi kemana

Separuh nafasku telah berkelana……………
Menyantroni beribu ribu mara bahaya
Menerjang bara demi nama
Seakan nyawa tak akan pernah ada

Separuh nafasku telah berkelana………….
Menyusuri alam semesta
Bergumpal menuju kesana
Ke sebuah cerita yang terukir indah dengan pena

Separuh nafasku telah berkelana………….
Mendahului sang pengembara
Menanti ajal baginya
Seraya menikmati malam yang merana

Dibalik nafasku………….!!!!!!!!
Ada remang remang cahaya
Dalam dekapan…………….
Ada setetes luka yang membara

Dalam naungan …………….
Ada serpihan embun yang mengganga
Dalam kegelapan …………….
Ada lantunan makna yang tercurah

Dalam renungan   …………………
Ada malam yang tinggal nama
Dalam laminan ……………….
Ada siang yang tinggal harapan
Dalam malam …………………..
Ada langit uang tinggal sendirian

Tanpa harapan ………………..
Ada bintang gemintang yang hangus terbakar
Karena keserakahan……………………
Ada bulan yang habis kau makan
Karena rakus kau makan  …………………..
Ada nama yang kau penggal
Namun tak jua kau menyesal
Ada makna yang kau hujamkan……………..
Namun kau tak pernah merasakan

Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Kumpus

CLBK? Why Not!


  • Penulis: Irma Agustian
  • Tebal e book: 18 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: Kumpulan Cerpen

Ce El Be Ka

Siang ini terasa begitu panas ga seperti biasanya. Kalo dipikir-pikir… jadi males buat ke kampus.

Kemalasanku sebenarnya bukan berasal dari panasnya hari ini yang berhasil ngebuat tenggorokan terasa kering. Tapi memang kebosananku terhadap dunia kuliah yang tak yakin aku bisa berhasil di dalamnya. Aku, Amelia Syafiradiningrum. Kuliah di jurusan teknik fisika di sebuah universitas swasta di Kota Bandung. Bukan kemauanku untuk masuk jurusan ini.

Tahu apa yang aku inginkan? Traveling. Aku suka Traveling, itu sebabnya aku ingin sekali kuliah di tempat yang nantinya tak mengharuskan aku terus bekerja di dalam ruang sempit di sebuah gedung yang hanya dibatasi oleh sekat plafon. Tapi siapa yang mau mendengarkan mauku? Orang tuaku? Akh… lupakan
saja.

Unduh Gan!

By Penerbit Ndok Asin Posted in Novel