Your Decide


  • Penulis : Khairun Nisa a.k.a Nyimas Humairoh
  • Tebal Buku : 271 halaman
  • Ukuran Halaman : 13 cm x 19 cm
  • Jenis E Book : Novel

You DecideAl bosan dengan hidupnya yang selalu tertimpa dengan kata-kata ‘kematian’ atau sebagainya. Ia sudah sangat terbiasa dengan kematian di sekelilingnya sehingga membuat hatinya beku. Anak pembawa sial. Meskipun tidak ada yang memanggilnya seperti itu, namun Al menganggap dirinya seperti itu.

Namun, keputusannya tentang mencari masa lalu keluarganya mungkin saja merupakan puncak dari semua kejadian yang akan menimpanya.

Tidak perduli apakah itu membahayakan nyawanya sendiri, tidak perduli apakah itu akan melukai orang lain, Al akan mencari ‘kunci’ itu. Dengan keputusannya, ia akan mencari masa lalu keluarganya dan mendapatkan ‘kunci’ belenggu kata-kata yang terus mengikatnya.

Daftar Isi:

  • Prolog
  • 1. Menangis
  • 2. Penyihir
  • 3. Api
  • 4. Ruang Kesehatan
  • 5. Sadar
  • 6. Penjelasan
  • 7. Rumah
  • 8. Gelang
  • 9. Sekolah
  • 10. Corin Weish
  • 11. Kebenaran
  • 12. Buku
  • 13. Angel
  • 14. Buku Yang Terbuka
  • 15. Ritual
  • 16. Peliharaan
  • 17. Penyegelan
  • 18. Penyerangan
  • 19. Kekuatan
  • 20. Kerajaan
  • 21. Rapat
  • 22. Awal
  • 23. Pelepasan
  • 24. Bertarung
  • 25. Amel
  • 26. Akhir
  • Epilog-Yuni
Unduh/DownloadBeli/Buy 
Iklan

Bidadari Menara Ketujuh


  • Penulis: Yasmi Munawwar
  • Tebal e book: 97 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
  • Jenis e book: Novel

Bidadari Menara KetujuhSenja telah mengukir kejayaannya di ufuk barat. Di antara warna pelangi yang merekah seperempat lingkaran singgasananya terbangun. Renai hujan di pucuk-pucuk pinus menjadi rahmat bagi semut merah yang lama merindukan air dari langit. Wajah hutan pinus yang berdebu perlahan tersaput tetesan air dari pasukan awan sore itu. Namun, istana senja dengan mahligai mega-meganya tetap menawan tak terkalahkan.

“Tantri! Tantri,” dari dalam bilik bambu yang reot samar-samar terdengar seorang wanita kurus yang sudah setengah baya memanggil anak gadisnya.

“Ya, Bu,” jawabnya singkat. Lalu gadis kecil berumur enambelas tahun itu melangkah menuju bilik ibunya,”ada apa ibu memanggil saya?”

“Duduklah di sini, nduk.” Kata wanita setengah baya itu sambil memandang tepian ranjang bambu tempatnya terbaring lemah.

Unduh Gan!

SKSB ~The Beginning~


  • Penulis: Ariesta Nabirah
  • Tebal e book: 88 Halaman
  • Ukuran halaman: A4 (21cm x 29,7 cm)
  • Jenis e book: Novel

SKSB

Hai!!salam kenal, perkenalkan…nama saya Ariesta Nabirah, yeah…itu nama pena saya, dalam dunia tulis menulis dan dunia maya, saya menggunakan nama pena saya itu, setelah 5 tahun lebih sejak saya mulai menulis novel…dan ditolak trus sampai hampir menyerah dan nggak mau nulis lagi…saya akhirnya memutuskan untuk ‘menyebarkan’ tulisan saya ini ke dunia maya hahahahaha…saya ingin berbagi kegilaan ^_^

Ini adalah novel pertama yang saya tulis dan selesaikan, saya menulisnya disela-sela jadwal sekolah dan les pada waktu itu, saya menyelesaikannya setelah 2,5 tahun sejak pertama saya menulisnya, aaaakhs…lama sekali ya!, yeah saya masih seorang yang sangat pemula.

Saya sengaja tidak mengubah apapun dari novel pertama saya ini untuk menjadi bahan pembelajaran saya yang masih sangat pemula, ternyata…novel saya yang sekarang dengan yang pertama jauh berbeda (sekarang tengah menulis Aitakute) ^_^, saya masih dan akan terus belajar untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik.

Oh ya, sampai lupa, saya ingin mengucapkan terimah kasih pada Allah SWT, yang memberikan saya ide dan selalu ada didekat saya ^_^, kemudian untuk sahabat-sahabat saya, FUN GIRLS, Intan, Novi, Dian, Reni, Neni, Lidya, Ika, Farisca, Yuli, yang setia dan rela selama 3 tahun untuk membaca naskah saya ^^, buat Harry Mahardika yang namanya dipinjam, kemudian untuk Dwi S, Ria A, dan Ulfa yang juga ikut baca padahal mau UN pada waktu itu hahaha, TERIMAH KASIH ya!!!buat yang sudah mau baca, Terimah Kasih!!!

Unduh Gan!

Kopi dan Sepak Bola


  • Penulis: Dewi Amalia Sari
  • Tebal e book: 10 Halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8 cm x 21 cm)
  • Jenis e book: Novel

kopi

Sengaja aku datang kemari petang ini. Sebetulnya aku sudah tidak mau lagi mengingat semua kenangan tentang kita. Aku sudah teramat lelah untuk terus dan selalu mengingat dan teringat padamu.

Kalau bukan karena mimpi semalam dan rasa rindu yang menggunung dalam hati mungkin sore ini aku tidak akan duduk di kursi ini, tempat dimana aku pernah mengajak kamu saat bertandang kekotaku. Duduk berdua menikmati secangkir kopi kesukaanmu dan sepotong chesse cake yang lezat, sambil kita menunggu waktu makan malam tiba. Itu adalah salah satu hal terindah yang pernah kita lakukan bersama.

Suasana di cafe ini tidak ada yang berubah, Masih sama seperti satu tahun yang lalu. Maklum selama satu tahun terakhir ini, aku memang tidak pernah kemari aku sengaja menghindari tempat-tempat yang pernah dulu kita datangi bersama. Sampai aku memutuskan untuk datang sore ini, itu mungkin karena pengaruh dari mimpi semalam. Ada perasaan sedih saat pelayan datang mengantar pesananku. Tapi entah kenapa aku menikmati perasaan itu. Secangkir kopi hitam dan seiris chesse cake yang lezat menemaniku sore ini. Seandai saat ini ada kamu disampingku pasti kamu tidak akan mau kopi ini terlalu banyak gula, tapi semenjak aku menyukai kopi aku pun tidak begitu menyukai kopi yang manis. Jadi sengaja aku biarkan kopi ini tanpa gula. Entah kenapa aku benar-benar ingin mengenangmu saat ini. Walaupun aku tahu apa yang aku lakukan sore hari ini akan merubah suasana hatiku nanti saat aku keluar dari pintu cafe ini.

Unduh Gan!

Plesdis


  • Penulis: Muhammad Hammam
  • Tebal e book: 32 halaman
  • Ukuran halaman: A5 (14,8cm x 21cm)
  • Jenis e book: novel mini

Plesdis“Mak minta flashdisk…”

“Apa? Plesdis?”
“Bukan Mak…Flashdisk. Pelajaran komputer di sekolah katanya harus punya flashdisk. Kalau tidak punya akan dapat nilai jelek.”

***

Sekolah sekarang makin susah, dulu zamanku sekolah tidak ada disuruh beli plesdis, bahkan pelajaran komputer juga tidak ada. Mungkin zaman memang sudah berubah dan ini bukan zamanku lagi.  Ahh…tapi besok masih perlu makan, apalah plesdis itu pasti harganya mahal…wong nyebut namanya saja susah. Beras yang dibeli menggunakan uang BLT yang diterima bulan lalu sudah hampir habis. Kalau uang yang ada buat beli plesdis tentu tak ada lagi yang buat beli beras, wong sekarang buat beli beras aja tidak ada.

***

Ahh…pasti Emak tidak mau beliin. Wong emang sudah tidak punya uang. Lagipula tahu apa Emak soal flashdisk, zamannya dulu pasti belum ada flashdisk, paling pelajaran komputer juga belum ada. Tapi kalau tidak jadi beli flashdisk bisa-bisa aku tidak naik kelas. Duh…aku jadi bingung harus bagaimana.

Unduh Gan!